2 Fakta Video Viral 6 Remaja Tendang Seorang Nenek di Tapanuli Selatan

Adapaun fakta mengenai Video Viral 6 Remaja Tendang Seorang Nenek di Tapanuli Selatan

1. Satu Siswa Lulusan Sekolah Agama

Polres Tapsel mengamankan enam orang remaja, mereka antara lain IH, ZA, VH, AR, RM dan ASH yang merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Adapun ASH merupakan lulusan di salah satu sekolah keagamaan di Tapanuli Selatan.

Dikutip dari Instagram @etalasebintaro, dalam rekaman video yang beredar, IH diduga kuat menjadi sosok yang menendang nenek tersebut.

Sementara pelaku perekam video tersebut adalah ZA.

Atas kejadian ini, polisi mengamankan dua unit handphone milik ZA dan IH dan sebuah sepeda motor.

“Untuk barang bukti yang kami amankan antara lain, dua unit handphone milik ZA dan IH serta satu unit sepeda motor nomor polisi T 3350 BK milik RM,” kata Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni dikutip dari Instagram @polres_padangsidimpuan.

Saat ini, lanjut Imam, pihaknya tengah mencari keberadaan korban dan keluarganya.

Sementara, para petugas masih memeriksa saksi-saksi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

2. Kejadian Berulang, Motif Iseng

Kapolres Imam juga menjelaskan aksi ini bukan kali pertama yang dilakukan para pelaku.

Sebelum kejadin ini, sekira bulan September 2022 silam para pelajar ini juga pernah melakukan penganiayan terhadap korban.

“Jadi sebelumnya bulan September, ada video yang sempat viral juga tapi viralnya bersamaan kemarin.”

“Mereka memukul ibu itu dengan sebatang kayu. Pelakunya sama dan korbannya juga sama,” kata Imam kepada Tribun-Medan.com, Minggu (20/11/2022).

Ia juga membeberkan, motif keenam pelaku yang tega menganiaya nenek itu.

Para pelaku mengaku melakukan hal ini atas dasar iseng.

“Dari hasil pemeriksaan sementara iseng. Sambil bolos sekolah di hari Sabtu itu, mereka iseng berhentilah mau beri rokok sama korban, lalu satu orang pelaku terlalu over sehingga menendang korban,” jelas Imam.

Nenek tersebut diduga merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Untuk mengetahui keadaan fisik dan jiwanya, pihak kepolisian asaat ini tengah melakukan upaya dengan berkoordinasi bersama Dinas Sosial.

“Korban tadi dinihari sudah kami temukan keberadaan nya, kami amankan di Polres. Kami laksanakan pemeriksaan medis secara fisik, di rumah sakit Padang Sidempuan.”

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *