5 Fakta Penyebab Gigi Hitam pada Anak

Gigi Hitam

Lima faktor yang dapat menjadi penyebab gangguan gigi anak ini, yaitu masalah dari permukaan luar atau dari dalam. Nah, berikut beberapa penyebab dari kedua faktor tersebut yang perlu diketahui:

1. Kurang Menjaga Kebersihan Gigi

Salah satu penyebab gigi hitam pada anak adalah tidak menyikat gigi secara rutin setiap harinya. Saat sisa-sisa makanan yang menempel di gigi dibiarkan, ini dapat menjadi tempat kuman untuk berkembang. Jika terus dibiarkan, kuman tersebut dapat membentuk plak dan akhirnya membuat gigi menghitam.

2. Terlalu Banyak Makan Manis

Kombinasi jarang menyikat gigi dan terlalu banyak konsumsi makanan manis juga dapat menyebabkan penghitaman pada gigi. Contoh beberapa makanan tersebut, seperti susu, soda, permen, kue, dan jus buah.

Bakteri yang hidup di mulut dapat mengubah makanan menjadi asam. Kombinasi antara bakteri, makanan, asam, serta air liur dapat menghasilkan plak pada gigi. Pada akhirnya asam tersebut menghancurkan email gigi dan membuat gigi berlubang atau juga menghitam.

3. Terbiasa Menyusu Menggunakan Botol

Anak yang dibiarkan menyusu melalui botol oleh orangtuanya juga berisiko untuk mengalami gigi hitam. Kebiasaan ini menyebabkan kerusakan pada gigi, disebut juga karies.

Kandungan gula yang terkandung pada susu dapat menempel pada gigi, jika terlalu lama dapat menyebabkan bakteri jahat berkembang. Akhirnya, gigi menghitam dan membusuk.

4. Cedera pada Gigi

Anak yang mengalami cedera pada gigi juga bisa mengalami penghitaman pada area yang mengalaminya. Hal ini bisa disebabkan oleh pendarahan di dalam gigi akibat trauma. Hal yang paling umum membuat anak mengalami kondisi ini adalah terjatuh saat bermain.

5. Konsumsi Obat Tertentu

Beberapa obat bayi bisa mengandung zat besi yang dapat menimbulkan noda pada gigi. Contohnya, dengan mengonsumsi antibiotik tetrasiklin selama kehamilan atau menyusui dapat membuat gigi pada bayi berubah berwarna, termasuk menghitam.

Untuk pengobatannya sendiri, tindakan yang dilakukan tergantung dari gejala, usia, hingga kondisi kesehatan. Hal ini juga tergantung pada seberapa parah kondisinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *