Mulai 2024, Pengisian SPT Pajak Tidak Ribet Berkat Fitur Prepopulated Tax Return

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan telah merancang fasilitas baru dalam Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP) atau core tax system. Salah satu layanan baru yang ditawarkan adalah prepopulated Surat Pemberitahuan (SPT) pajak, yang juga dikenal sebagai prepopulated tax return di akun wajib pajak dalam sistem core tax.

Dirjen Pajak, Suryo Utomo, menjelaskan pada konferensi pers APBN daring pada Senin (24/7/2023) bahwa melalui fitur ini, wajib pajak tidak perlu lagi mengisi SPT Tahunannya secara manual. Data-data yang diperlukan untuk pengisian SPT akan dimasukkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara otomatis. Wajib pajak hanya perlu melakukan pengecekan dan koreksi jika ada informasi yang tidak sesuai.

“Dalam core tax, kami berusaha memberikan kemudahan kepada wajib pajak dalam menyusun SPT-nya. Data dan informasi yang kami kumpulkan akan kami tuangkan dalam SPT yang sudah diisi sebelumnya (prepopulated), dan SPT ini akan muncul di akun wajib pajak,” tegas Suryo.

Lebih lanjut, Suryo menjelaskan bahwa wajib pajak dapat melihat apakah data yang disediakan sudah sesuai, kemudian tinggal mengirimkan SPT tersebut setelah melakukan pengecekan. Jika ada informasi yang belum tercakup dalam sistem administrasi, wajib pajak masih dapat menambahkan data tersebut sebelum mengirimkan SPT.

Sistem core tax atau PSIAP ini ditargetkan akan diimplementasikan secara nasional pada Mei 2023, sesuai dengan rencana yang disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak, Nufransa Wira Sakti.

Sebelum diluncurkan secara nasional, PSIAP akan diujicobakan di tiga Kantor Wilayah DJP. Proses uji coba ini akan melibatkan pelatihan bagi master trainer, yang akan menjadi calon trainer untuk melatih pegawai DJP di seluruh Indonesia dalam penggunaan PSIAP.

“Dengan adanya PSIAP, diharapkan pada bulan Mei 2024, seluruh wajib pajak di Indonesia dapat dengan mudah dan efisien menyusun SPT mereka tanpa harus menghadapi kesulitan dalam pengisian dan verifikasi data,” kata Nufransa seperti yang dikutip dari laman Kementerian Keuangan. Fitur prepopulated tax return ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dan meningkatkan efisiensi administrasi perpajakan secara keseluruhan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *