Fakta Upacara Unik Mengikat Neymar oleh Shaman Peru Sebelum Pertandingan Melawan Brasil

Neymar dan Upacara Shaman Peru

Sebuah insiden menarik terjadi sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 di Amerika Selatan antara tim nasional Brasil dan Peru, di mana sekelompok “shaman” Peru melakukan upacara yang unik dengan tujuan “menetralisir” bintang Brasil, Neymar.

Para shaman, yang dikenal dengan memakai jubah berwarna-warni dan dipercayai memiliki kemampuan berkomunikasi dengan roh serta hidup di alam terbuka seperti hutan, pegunungan, dan pantai, melaksanakan upacara ini dengan tujuan memohon bantuan dewa “Taita Inti” (Ayah Matahari) untuk membantu Peru dalam pertandingan melawan Brasil.

Dalam upacara tersebut, Neymar digambarkan dalam bentuk boneka dan kemudian diikatkan oleh para shaman. Felix Rondán, salah satu shaman, menyatakan bahwa mereka melakukan tindakan tersebut untuk mengganggu performa Neymar. Rondán menjelaskan, “Kami telah menetralisir Neymar dengan mengikat kedua kakinya. Kami membatasi gerakannya agar dia tidak dalam kondisi yang baik, sehingga dia tidak dapat berlari dan bermain dengan baik.”

Upacara ini digelar di luar stadion nasional, dengan pembentukan sebuah altar yang dihiasi oleh berbagai barang, termasuk pedang-pedang, patung-patung, bendera, dan gambar pemain dari kedua tim.

Sebelumnya, para shaman telah mengonsumsi “Ayahuasca,” sejenis minuman halusinogen yang mereka klaim dapat membuka pintu ke dunia roh. Upacara ini diharapkan dapat memberikan keberuntungan kepada tim Peru dalam pertandingan yang sangat diantisipasi melawan Brasil.

Perlu dicatat bahwa pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang, seperti yang diprediksi oleh salah satu shaman, Walter Alarcon. Alarcon menekankan bahwa pertandingan ini akan berlangsung sangat sengit dan sulit.

Kejadian ini menciptakan atmosfer menarik sebelum pertandingan penting tersebut, menunjukkan beragam keyakinan dan tradisi yang ada di seluruh dunia dalam menghadapi olahraga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *