Peringatan Hari Sloth Internasional: Memahami Sloth, Mamalia Pohon yang Unik

Minggu, 21 Oktober 2023 Setiap tahun, pada bulan Oktober, dunia merayakan Hari Sloth Internasional atau International Sloth Day. Hari yang jatuh pada hari Sabtu ketiga di bulan Oktober ini mengangkat keunikan dan pentingnya pelestarian sloth, atau yang dikenal sebagai kungkang dalam bahasa Indonesia. Satwa yang dikenal dengan gerakannya yang sangat lambat ini memiliki fakta-fakta unik yang patut dipahami.

Sloth adalah salah satu spesies mamalia pohon yang dikenal karena gerakan lambatnya. Mereka memiliki ciri khas berupa jari-jari panjang yang digunakan untuk memanjat dan bergerak di pohon-pohon. Dalam peringatan Hari Sloth Internasional, mari kita jelajahi beberapa fakta menarik tentang satwa ini.

1. Terdapat 2 Jenis Sloth yang Diketahui Masih Hidup hingga Kini

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Proceedings of the Royal Society of London B: Biological Sciences”, ada dua sub-spesies sloth yang masih bertahan hingga saat ini. Sloth dibagi menjadi dua spesies utama, yaitu Bradypodidae atau sloth berjari tiga dan Choloepodidae atau sloth berjari dua. Perbedaan utama antara keduanya adalah jumlah jari-jari di kakinya.

Sloth dapat ditemukan di sebagian besar benua Amerika, mulai dari kepulauan Karibia hingga Amerika Selatan. Habitat yang paling digemari oleh sloth adalah daerah sekitar sungai Amazon.

2. Sloth Kerap Kali Diburu untuk Dijadikan Hewan Peliharaan

Meskipun gerakannya yang lambat, sloth sering kali menjadi target perburuan untuk dijadikan hewan peliharaan. Mereka biasanya ditangkap dengan cara dijerat atau ditembak dengan menggunakan obat bius. Sayangnya, perdagangan sloth seringkali terjadi di pasar gelap karena status perlindungan hewan ini di beberapa negara.

Di beberapa negara seperti Kolombia, Kosta Rika, dan Peru, sloth seringkali diperdagangkan sebagai hewan koleksi meskipun sulit dijinakkan. Selain itu, ada juga kepercayaan di masyarakat lokal bahwa daging sloth memiliki khasiat pengobatan, yang semakin mengancam populasi mereka.

3. Cukup Susah Berkembang Biak

Selain terancam oleh perburuan liar, populasi sloth juga terancam karena reproduksi yang lambat dan sulit. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Brazilian Journal of Biology”, sloth berjari tiga biasanya memiliki masa kehamilan sekitar 6 bulan, sementara sloth berjari dua memiliki masa kehamilan hingga 12 bulan.

Rata-rata, sloth hanya melahirkan satu anak dalam setahun jika beruntung. Bayi sloth akan tetap bersama induknya selama sekitar 5 bulan hingga 1 tahun. Sayangnya, bayi sloth rentan jatuh dari pohon dan mengalami kematian. Gerakan lambat sloth juga membuat mereka menjadi mangsa yang mudah bagi predator seperti kucing hutan, ular piton, dan burung elang.

Peringatan Hari Sloth Internasional adalah kesempatan bagi kita untuk lebih memahami keunikan dan tantangan yang dihadapi oleh spesies ini. Penting untuk melindungi dan melestarikan sloth agar mereka dapat terus ada di alam liar. Kita dapat berperan dengan mendukung pelestarian alam dan memastikan bahwa sloth tetap memiliki tempat di lingkungan mereka. Semoga informasi ini memberikan wawasan tentang satwa yang memukau ini dan mendorong kesadaran tentang pelestarian satwa liar di seluruh dunia.

Penelusuran dan Kesadaran Pelestarian Sloth

Hari Sloth Internasional adalah kesempatan untuk tidak hanya memahami fakta-fakta unik tentang sloth, tetapi juga untuk merenungkan peran kita dalam menjaga keberlangsungan hidup spesies ini. Untuk mencari informasi lebih lanjut tentang pelestarian sloth dan upaya-upaya yang dapat kita dukung, kita dapat menggunakan kata penelusuran seperti “Pelestarian Sloth,” “Ancaman terhadap Sloth,” “Pelestarian Mamalia Pohon,” dan “Cara Mendukung Pelestarian Satwa Liar.” Dengan kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat membantu melindungi sloth dan spesies-spesies lainnya dari kepunahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *