Mengungkap Keunikan Kota Giethoorn di Belanda: Sebuah Desa Tanpa Jalan Raya

Ketika orang membayangkan kota-kota di Belanda, biasanya yang terlintas di pikiran adalah kincir angin yang megah, kanal-kanal yang indah, dan kebun bunga yang warna-warni. Namun, ada satu kota di Belanda yang terpisah dari citra klasik tersebut. Kota yang memukau dengan pesonanya yang unik, di mana jalan raya tidak dijumpai dan transportasi utama dilakukan melalui kanal-kanal yang membelah desa tersebut.

1. Kota Tanpa Jalan Raya

Salah satu daya tarik wisata Giethoorn adalah desa ini dikenal sebagai kota tanpa jalan raya. Tidak ada satupun jalan beraspal ataupun kendaraan bermotor di desa seluas 7,5 kilometer persegi ini. Satu-satunya akses transportasi di Giethoorn adalah menggunakan perahu kayu di atas kanal-kanal desa yang menghubungkan rumah penduduk.

Kondisi tanpa kendaraan bermotor ini membuat Giethoorn begitu asri, tenang dan damai. Suasana desa kuno Belanda abad pertengahan sangat terasa di desa yang juga dijuluki “Venice of the North” ini. Tak ayal Giethoorn menjadi destinasi wisata populer bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

2. Nama “Venice of the North”

Giethoorn kerap juga disebut sebagai “Venice of the North” atau Venesia-nya Belanda. Julukan ini muncul karena desa Giethoorn memiliki kemiripan dengan kota Venice di Italia. Persamaan yang paling mencolok adalah tidak adanya jalan di desa Giethoorn, semua transportasi menggunakan perahu di atas kanal-kanal yang membelah desa.

Selain itu arsitektur rumah kayu bertongkat khas Belanda di Giethoorn juga terlihat serupa dengan rumah-rumah di Venice yang dibangun di atas air. Kondisi geografisnya yang dikelilingi danau juga menambah kesan serupa dengan kota Venice. Maka jadilah Giethoorn dikenal sebagai “Venice-nya Utara” atau “Venice of the North”.

3. Sejarah dan Asal-Usul Nama

Giethoorn merupakan sebuah desa kecil di Belanda yang terkenal dengan julukan “Venesia-nya Belanda” karena desa ini tidak memiliki jalan, melainkan dihubungkan oleh kanal-kanal serta rumah-rumah bertongkat.

Asal muasal desa ini cukup unik. Konon desa Giethoorn muncul pada abad ke-12 Masehi akibat penggenangan oleh Danau Wenen. Penduduk setempat lalu membangun rumah di atas tanah yang menonjol di antara rawa-rawa. Sementara nama Giethoorn berasal dari kata “geiten” yang berarti “kambing” dan “hoorn” yang berarti “tanduk”. Hal ini karena dahulu banyak kambing berkeliaran di wilayah ini.

4. Bangunan-Bangunan Tradisional

Saat berkeliling Giethoorn, wisatawan bisa menyaksikan ratusan rumah tradisional Belanda yang masih terjaga keasliannya, umumnya berusia lebih dari 2 abad. Rumah-rumah kuno itu biasanya beratap jerami dengan pilar tinggi terbuat dari kayu ulin.

Hal ini bertujuan agar bangunan tetap kering walau terendam banjir saat musim hujan. Bangunan lain seperti gereja, toko, hingga restoran juga dirancang dengan gaya arsitektur Belanda kuno. Tak ketinggalan jembatan kayu dan pagar yang ditumbuhi tanaman semak menjadi pelengkap keindahan desa kuno di Belanda ini.

5. Museum ‘t Olde Maat Uus

Museum ‘t Olde Maat Uus adalah museum bersejarah yang terletak di kota Enkhuizen, Belanda. Museum ini berada di sebuah bangunan tua bekas gedung yayasan sosial yang telah berdiri sejak 1560.

Salah satu daya tarik utama Museum ‘t Olde Maat Uus adalah koleksi perabotan dan interior rumah tangga Belanda zaman dulu yang begitu lengkap dan otentik. Pengunjung bisa melihat berbagai perkakas seperti meja, kursi, patung kayu, hingga peralatan masak dan makan kuno khas Belanda abad 16-19. Tak ketinggalan baju-baju tradisional Belanda model lama turut dipamerkan.

Koleksi unik di museum bersejarah ini seolah memutarbalikkan waktu dan mengajak pengunjung menyusuri kehidupan leluhur di Negeri Kincir Angin ratusan tahun silam. Pengalaman yang tak akan terlupakan!

6. Festival FloraHolland

Bagi mereka yang tertarik dengan keindahan bunga-bunga Belanda, Giethoorn menjadi tuan rumah Festival FloraHolland setiap tahunnya. Festival ini menampilkan ribuan bunga yang disusun dengan indah, menciptakan lanskap warna-warni yang memukau. Bukan hanya bunga tulip, tetapi berbagai jenis bunga lainnya juga dipamerkan di festival ini, memberikan pengalaman visual yang tak terlupakan.

FloraHolland kembali menggelar festival bunga tahunan yang spektakuler di Aalsmeer, Belanda. FloraHolland Flower Festival 2023 akan berlangsung pada 13 Maret hingga 22 Maret 2023.

FloraHolland merupakan pusat perdagangan bunga potong terbesar di dunia yang terletak di Aalsmeer. Setiap tahunnya, FloraHolland menggelar flower festival untuk turut memeriahkan musim semi yang identik dengan bermekarannya aneka bunga.

Ribuan kuntum bunga dari berbagai varietas akan memenuhi pusat perdagangan bunga seluas 182.718 meter persegi tersebut. Pengunjung akan dimanjakan dengan hamparan warna-warni bunga yang memukau mata dari seluruh penjuru.

7. Aktivitas Wisata yang Menarik

Meskipun Giethoorn dikenal dengan ketenangan dan keindahannya, kota ini menawarkan berbagai aktivitas wisata yang menarik bagi pengunjung. Mulai dari menyewa perahu untuk menjelajahi kanal hingga berjalan kaki melewati jembatan-jembatan kayu yang unik, setiap sudut Giethoorn menyimpan kejutan yang mengagumkan. Selain itu, restoran dan kafe di tepi kanal menawarkan tempat yang sempurna untuk menikmati makanan dan minuman sambil menikmati pemandangan yang damai.

Giethoorn, kota tanpa jalan raya yang menakjubkan, menghadirkan pesona Belanda yang unik dan mengundang pengunjung untuk merasakan ketenangan hidup di tepi kanal. Dengan sejarah yang menarik, bangunan-bangunan tradisional yang memesona, dan aktivitas wisata yang menarik, Giethoorn menjadi destinasi yang abadi dan istimewa di hati mereka yang mencarinya. Bagi siapa pun yang mengunjungi “Venice of the North,” Giethoorn tidak hanya menjadi tempat, tetapi juga pengalaman tak terlupakan yang melampaui imajinasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *