4 Fakta Ritual Unik dan Kepercayaan yang Ekstrem dari Peradaban Mesir Kuno

4 fakta ritual unik dan kepercayaan

FAKTA – Peradaban Mesir Kuno terkenal dengan piramid, mumi firaun, dan hieroglif mistis. Namun, di balik kemegahan tersebut, ada 4 fakta ritual unik dan kepercayaan yang ekstrem orang Mesir Kuno yang terbilang unik dan bahkan bisa jadi aneh. Mari kita simak beberapa diantaranya:

1. Ritual Kesuburan Fir’aun

Dipercaya bahwa firaun, selain sebagai pemimpin tertinggi, juga dianggap sebagai “putra dewa” yang memiliki kekuatan magis. Dalam hal pertanian, masyarakat Mesir Kuno percaya bahwa kesuburan tanah dan hasil panen yang melimpah bergantung pada berkah firaun. Maka dari itu, muncullah ritual yang terbilang unik, yaitu firaun yang berejakulasi di Sungai Nil. Air sungai yang telah “diberkahi” ini kemudian digunakan untuk mengairi sawah, dengan harapan dapat meningkatkan hasil panen.

2. Pengeluaran Otak dari Lubang Hidung

Proses mumifikasi orang Mesir Kuno bertujuan untuk mengawetkan jasad agar bisa mencapai alam baka. Salah satu tahapan yang terbilang ekstrem adalah pengeluaran otak. Dengan menggunakan alat khusus yang disebut ” pengait kerek, “otak dikeluarkan melalui lubang hidung. Cairan pengawet kemudian dituangkan ke dalam rongga tengkorak untuk menggantikan otak yang telah diambil.

3. Melumuri Tubuh dengan Madu untuk Mengusir Serangga

Madu tak hanya digunakan sebagai pemanis, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat penyembuhan dan mencegah infeksi. Karena itu, madu banyak dimanfaatkan dalam pengobatan pada masa itu. Uniknya, firaun Mesir Kuno percaya bahwa madu juga bisa menangkal serangga pengganggu. Para pelayan istana pun diharuskan untuk melumuri tubuh mereka dengan madu agar firaun terhindar dari gigitan serangga.

4. Mencukur Alis Saat Kucing Kesayangan Mati

Kucing dianggap sebagai hewan sacred yang melambangkan dewi Bastet. Kematian kucing kesayangan dalam keluarga Mesir Kuno dianggap sebagai musibah besar. Sebagai bentuk penghormatan dan berkabung, setiap anggota keluarga akan mencukur habis alis mereka. Tradisi ini melambangkan kesedihan yang mendalam atas kepergian hewan yang dianggap membawa keberuntungan bagi pemiliknya.

Kepercayaan Unik di Balik Praktik Keanehan

Meskipun terlihat aneh dari sudut pandang modern, praktik-praktik tersebut didasari oleh kepercayaan dan pemahaman orang Mesir Kuno tentang dunia dan alam semesta. Ritual kesuburan fir’aun terkait dengan kepercayaan bahwa firaun memiliki kekuatan ilahiah yang dapat mempengaruhi alam. Pengeluaran otak dalam proses mumifikasi didasari pada anggapan bahwa otak bukanlah pusat kesadaran, melainkan hati. Melumuri tubuh dengan madu terkait dengan khasiat madu yang dipercaya sebagai obat dan penangkal serangga. Dan, mencukur alis saat kucing mati merupakan bentuk penghormatan terhadap hewan yang dianggap suci.

Memahami keunikan dan bahkan “keanehan” praktik-praktik orang Mesir Kuno ini membantu kita untuk mendapatkan perspektif yang lebih dalam tentang peradaban kuno ini. Ini menunjukkan bahwa manusia dari berbagai zaman dan tempat memiliki sistem kepercayaan dan praktik budaya yang beragam dan unik.

Selain itu, mempelajari praktik-praktik kuno ini juga dapat memicu rasa kagum dan apresiasi terhadap kecerdasan dan kreativitas orang Mesir Kuno. Mereka berhasil mengembangkan teknik-teknik pengawetan jenazah yang canggih, membangun piramid raksasa, dan mengembangkan sistem kepercayaan yang kompleks. Meskipun beberapa praktik mungkin terlihat aneh saat ini, hal itu tidak mengurangi kekaguman kita terhadap pencapaian peradaban Mesir Kuno yang luar biasa.

Selain praktik-praktik yang disebutkan di atas, masih banyak lagi praktik dan kepercayaan unik orang Mesir Kuno yang bisa kita temukan. Berikut ini adalah beberapa contoh lainnya:

  • Menggunakan mumi sebagai obat

Orang Mesir Kuno percaya bahwa mumi memiliki kekuatan magis yang dapat menyembuhkan penyakit. Oleh karena itu, mereka sering menggunakan mumi sebagai obat. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mencampurkan bubuk mumi ke dalam ramuan obat.

  • Menyajikan makanan dan minuman kepada mumi

Orang Mesir Kuno percaya bahwa mumi masih memiliki kehidupan di alam baka. Oleh karena itu, mereka sering menyajikan makanan dan minuman kepada mumi. Hal ini dilakukan agar mumi bisa tetap hidup dan bahagia di alam baka.

  • Menggunakan kucing sebagai hewan pembawa berkah

Kucing dianggap sebagai hewan suci oleh orang Mesir Kuno. Mereka percaya bahwa kucing melambangkan dewi Bastet, dewi kesuburan, cinta, dan perlindungan. Oleh karena itu, kucing sering dijadikan sebagai hewan peliharaan dan dihormati oleh orang Mesir Kuno.

Pengaruh Praktik dan Kepercayaan Orang Mesir Kuno

Praktik dan kepercayaan orang Mesir Kuno telah memberikan pengaruh yang besar terhadap budaya dan peradaban modern. Beberapa contohnya adalah:

  • Proses mumifikasi

Teknik mumifikasi orang Mesir Kuno masih digunakan hingga saat ini. Teknik ini digunakan untuk mengawetkan jenazah agar tidak membusuk dan dapat bertahan selama bertahun-tahun.

  • Hieroglif

Hieroglif adalah sistem penulisan yang digunakan oleh orang Mesir Kuno. Sistem penulisan ini masih digunakan hingga saat ini dalam beberapa bidang, seperti seni dan arsitektur.

  • Dewa-dewa Mesir Kuno

Dewa-dewa Mesir Kuno masih menjadi inspirasi bagi banyak orang di dunia. Banyak orang yang masih mempercayai dan menyembah dewa-dewa Mesir Kuno, baik secara spiritual maupun budaya.

Praktik dan kepercayaan orang Mesir Kuno merupakan bagian yang tak terpisahkan dari peradaban kuno ini. Praktik-praktik tersebut mencerminkan kepercayaan dan pemahaman orang Mesir Kuno tentang dunia dan alam semesta. Meskipun terlihat aneh dari sudut pandang modern, praktik-praktik tersebut tetaplah menarik untuk dipelajari dan dikaji.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *